Seperti senja yang datang hany sekali diwaktu petang..
Kaupun begitu..
Namun apalah dayaku yang hany bisa memandangmu dari sebuah layar ilusi, yang hanya bisa menanti..
Sampai waktu itu tiba untuk dijalani..
Wahai kau yang kunanti, sembari menanti.. Izinkan aku memperbaiki diri.. Agar aku pantas untuk bersanding denganmu nanti,, namun bila memang arus itu menyilang dan tak bertemu pada satu muara..
Maka dengan berat hati..
Sang hati harus melepas dan mengikhlaskan diri..
Tangerang, 6 june'18
00:21 am
Yensu
No comments:
Post a Comment